Articles by "KEUANGAN"
Showing posts with label KEUANGAN. Show all posts

Credit Investasi 
Credit Investasi yaitu sarana credit yang didapatkan untuk membiayai keperluan barang modal dalam rencana rehabilitasi, modernisasi, pelebaran, pendirian project baru serta atau keperluan spesial berkaitan investasi. 

Credit Modal Kerja (KMK) 
Yaitu sarana credit yang didapatkan untuk penuhi keperluan modal kerja yang habis dalam satu siklus usaha serta atau keperluan modal kerja yang berbentuk spesial seperti untuk membiayai inventory/piutang/project atau keperluan spesial yang lain yang menurut pelajari Bank layak untuk dibiayai. 

Credit Agunan Deposito 
Yaitu sarana credit dalam valuta rupiah atau valuta asing yang didapatkan pada debitur serta calon debitur dengan agunan berbentuk deposito berjangka yang diterbitkan oleh Bank. 

Credit Multiguna Usaha 
Yaitu sarana credit yang didapatkan pada pedagang retail atas basic agunan berbentuk fixed aset atau kontrak sewa yang dipakai untuk penuhi keperluan modal kerja yang telah jalan di bidang perdagangan retail, pembelian/pengadaan (sewa) tempat usaha serta refinancing pembelian/pengadaan tempat usaha yang sudah dibeli nasabah di tempat spesifik. 

Credit Koperasi 
Yaitu sarana credit untuk maksud produktif (investasi serta/atau modal kerja) yang didapatkan Bank pada Koperasi serta credit untuk multiguna yang didapatkan pada anggota koperasi dengan kolektif lewat koperasi. 

Credit Wiraswastawan 
Yaitu credit modal kerja dengan limit diatas Rp. 100 juta s/d Rp. 2 milyar pada calon pemohon perseorangan serta atau tubuh usaha yang penuhi kriteria diputuskan. 

Cari info yang lengkap dari sebagian Bank di sekitaran Anda serta pastikan product yang pas dengan keperluan usaha Anda.

Memisahkan uang usaha serta pribadi berarti bukanlah bermakna Anda tdak bisa memakai hasil usaha untuk kebutuhan pribadi. Yang perlu ditata yaitu adalah berapakah yang bisa di ambil untuk penuhi keperluan pribadi, berapakah yang semestinya tetaplah disimpan jadi modal berputar-putar atau pengembangan usaha serta berapakah untuk membayar angsuran hutang. Bagaimana langkahnya? 

Dana Keperluan Keluarga 
Pada step awal usaha persiapkanlah beberapa uang untuk menghidupi keluarga (seperti bahan makanan, listrik, gas, air, pulsa telepon, minyak tanah, bensin, uang sekolah) minimum sepanjang 6 (enam) bulan ke depan. Hal semacam ini dikerjakan supaya pemenuhan keperluan keluarga tidak memakai hasil pendapatan usaha yang juga akan mengganggu jalannya usaha. 

Pencatatan 
Kerjakan pencatatan dengan rapi atas tiap-tiap transaksi sehari-harinya. Check kembali catatan Anda tiap-tiap minggu untuk mengkalkulasi berapakah uang yang dipakai untuk cost produksi, serta berapakah uang yang didapat dari hasil penjualan serta berapakah keuntungan Anda sehari-hari serta minggu, hingga pada akhirnya dapat di ketahui keuntungan dalam satu bulan. 

Alokasi Dana 
Dari keuntungan yang Anda dapatkan alokasikanlah sesuai sama keperluan Anda. Umpamanya : 

2. 5% untuk zakat 
10% untuk ditabung 
50% untuk berbelanja keluarga serta pribadi 
25% untuk membayar angsuran hutang 
12. 5% untuk cadangan usaha atau pengembangan usaha 
Bila Anda menginginkan nikmati jumlah uang yang tetaplah untuk keperluan pribadi serta keluarga jadi tentukanlah nilanya bukanlah berdasar pada prosentase namun berdasar pada nominal. Umpamanya 5 juta rupiah satu bulan. Penntuan jumlah ini mesti sesuai dengan keperluan yang lain. 

Rekening Bank 
Bukalah rekening di Bank spesial untuk perusahaan atau unit usaha Anda. Yakinkan tiap-tiap transaksi jual beli aktivitas usaha Anda memakai rekening ini. Buka juga rekening bank spesial untuk keperluan pribadi serta keluarga Anda. Dengan hal tersebut pembelahan keuangan semakin lebih gampang. Pastinya Anda mesti disiplin serta tidak tergoda untuk memakai uang pribadi dalam kondisi apa pun. 

System Pembukuan 
Saat usaha Anda makin besar jadi system pencatatan trnasaksi usaha Anda juga akan makin tinggi serta makin kompleks. Saat ini tersedia banyak piranti lunak system akuntansi atau pembukuan yang bisa mempermudah pekerjaan Anda. Bila Anda tidak memahami problem akuntansi serta keuangan, berkonsultasilah dengan ahlinya.

Apakah Audit? 
Audit yaitu kontrol atas neraca keuangan satu perusahaan. Maksud audit yaitu untuk meyakinkan kalau neraca keuangan perusahaan sudah disusun seperti harusnya sesuai sama prinsip-prinsip pencatatan yang ditata dalam Prinsip Standard Akuntansi Indonesia (PSAK). 

Berapakah kali Audit mesti dikerjakan? 
Lazimnya, audit dikerjakan 1x dalam satu tahun, yakni untuk Laporan Keuangan akhir th., umpamanya per 31 Desember serta untuk periode Januari – Desember. 

Perusahaan barangkali lakukan audit untuk tiap-tiap bulannya atau tiap-tiap triwulan atau per kwartal jika dibutuhkan. Akan tetapi, biasanya perusahaan cuma lakukan audit pada akhir th. saja mengingat audit mesti dikerjakan oleh Kantor Akuntan Umum yang disebut pihak ke-3 yang berdiri sendiri, yang berarti proses audit tiap-tiap kalinya membutuhkan cost. 

Bolehkah lakukan Audit sendiri? 
Terkecuali dikerjakan oleh Kantor Akuntan Umum, audit dapat juga dikerjakan dengan internal, yang bermakna dikerjakan oleh perusahaan sendiri dengan mempekerjakan seseorang akuntan yang ditugaskan spesial untuk lakukan audit atau kontrol dengan berkala atas pembukuan yang dikerjakan perusahaan. 

Lewat cara sekian, perusahaan peroleh faedah dalam soal ada kepastian kalau perusahaan sudah lakukan pencatatan atas semua transaksi yang berlangsung lewat cara langkah yang benar serta sesuai sama PSAK, hingga dengan hal tersebut, manajemen perusahaan mempunyai data lapaortan keuangan yang semakin dapat diakui tingkat akurasinya, untuk kepentingan pengambilan ketentuan. 

Dalam soal perusahaan membutuhkan kontrol yang perlu dikerjakan dengan berdiri sendiri pada akhir th., umpamanya, dibutuhkan jadi laporan pada pemberi utang/bank, perusahaan dapat juga menghemat cost untuk membayar kantor akuntan umum di mana beberapa besar pekerjaan sudah ditangani dengan internal selama th. serta oleh karena itu perusahaan mempunyai tempat tawar yang tambah baik dalam menegosiasikan cost kontrol oleh kantor akuntan umum. 

Ada prosedur pengawasan/kontrol dalam perusahaan atas pembukuan yang dikerjakan dengan internal ini dapat juga tingkatkan keyakinan pihak ke-3/bank dalam membaca neraca keuangan perusahaan. 

Faedah Audit Lainnya 
Lewat audit, manajemen perusahaan dapat juga peroleh input masukan tentang prosedur pembukuan untuk membuatnya tambah baik atau tentang prosedur prosedur mana yang nyatanya tidak diimplementasikan seperti harusnya. Pada prinsipnya, audit mengecilkan peluang/peluang ada penipuan, pencurian, kekeliruan serta beberapa hal semacam yang mungkin saja berlangsung, yang dikerjakan oleh karyawan perusahaan baik disengaja ataupun tidak